Pages

Sunday, July 7, 2024

Contoh Proposal Bisnis Sederhana-Materi Bahasa Indonesia

 

Proposal Bisnis Usaha Es Teh Jumbo

I. Pendahuluan

Dalam era modern ini, minuman dingin semakin digemari oleh berbagai kalangan. Es teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di Indonesia karena kesegarannya dan harganya yang terjangkau. Melihat peluang tersebut, kami bermaksud untuk membuka usaha es teh jumbo yang menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

II. Tujuan Usaha

  1. Menyediakan minuman segar berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
  2. Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
  3. Mengembangkan inovasi minuman es teh yang unik dan menarik.
  4. Mendapatkan keuntungan finansial yang berkelanjutan.

III. Deskripsi Produk

Es Teh Jumbo adalah minuman es teh dalam kemasan besar yang dapat dinikmati oleh konsumen dengan berbagai varian rasa. Setiap varian memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik minat konsumen.

  1. Es Teh Original: Rasa teh asli yang menyegarkan.
  2. Es Teh Lemon: Kombinasi teh dengan perasan lemon segar.
  3. Es Teh Lychee: Teh dengan rasa buah leci yang manis dan segar.
  4. Es Teh Jasmine: Teh melati dengan aroma yang harum dan menenangkan.
  5. Es Teh Mint: Teh dengan tambahan daun mint untuk sensasi segar yang berbeda.

IV. Proses/Alur Produksi Usaha Es Teh Jumbo

1. Persiapan Bahan Baku

  • Pemilihan Teh: Memastikan teh yang digunakan adalah teh berkualitas tinggi.
  • Bahan Tambahan: Menyiapkan bahan tambahan seperti gula, lemon, lychee, melati, daun mint, dan bahan lain sesuai varian rasa.
  • Air: Menggunakan air bersih dan aman untuk konsumsi.

2. Penyimpanan Bahan Baku

  • Bahan baku disimpan di tempat yang bersih, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Buah-buahan dan bahan segar lainnya disimpan di dalam lemari pendingin.

3. Proses Pembuatan Teh

  1. Pemasakan Air:
    • Memasak air hingga mendidih.
  2. Penyeduhan Teh:
    • Teh diseduh dengan air mendidih sesuai dengan takaran yang ditentukan untuk mendapatkan rasa teh yang optimal.
    • Biarkan teh terendam selama beberapa menit (biasanya 5-10 menit) hingga mendapatkan warna dan aroma yang diinginkan.
  3. Penyaringan:
    • Setelah teh diseduh, saring teh untuk memisahkan daun teh dari larutan teh.

4. Pencampuran Bahan Tambahan

  • Penambahan Gula: Menambahkan gula sesuai dengan resep masing-masing varian rasa.
  • Penambahan Buah dan Rasa:
    • Untuk varian lemon: Menambahkan perasan lemon.
    • Untuk varian lychee: Menambahkan sirup atau buah lychee.
    • Untuk varian jasmine: Menambahkan ekstrak melati.
    • Untuk varian mint: Menambahkan daun mint yang telah dicuci bersih.
  • Pengadukan: Aduk campuran hingga semua bahan tercampur merata.

5. Pendinginan

  • Teh yang telah dicampur dengan bahan tambahan didinginkan terlebih dahulu sebelum disajikan.
  • Menyimpan teh di dalam wadah tertutup dan ditempatkan di dalam lemari pendingin.

6. Penyajian

  • Kemasan:
    • Menggunakan kemasan jumbo yang menarik dan ramah lingkungan.
    • Menyediakan sedotan atau penutup kemasan yang sesuai.
  • Penambahan Es:
    • Menambahkan es batu ke dalam kemasan sebelum teh dituangkan.
    • Pastikan es batu yang digunakan berasal dari air bersih.
  • Penuangan Teh:
    • Teh yang sudah dingin dituangkan ke dalam kemasan yang telah disiapkan.

7. Distribusi

  • Penjualan di Gerai:
    • Menyajikan langsung kepada pelanggan yang datang ke gerai.
    • Mengatur antrian dan memastikan pelayanan yang cepat dan ramah.
  • Pengantaran:
    • Menyediakan layanan pengantaran untuk pesanan online.
    • Menggunakan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran teh selama pengiriman.

8. Kebersihan dan Sanitasi

  • Menjaga kebersihan area produksi dan penyajian.
  • Mencuci peralatan dan wadah penyimpanan secara berkala.
  • Menggunakan sarung tangan, masker, dan apron selama proses produksi untuk menjaga higienitas.

9. Pengawasan Kualitas

  • Memastikan setiap batch produksi sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
  • Mencatat setiap keluhan atau masukan dari pelanggan untuk perbaikan produk di masa depan.

10. Pelaporan dan Evaluasi

  • Melakukan pelaporan harian mengenai jumlah produksi, penjualan, dan stok bahan baku.
  • Melakukan evaluasi mingguan atau bulanan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi

V. Keunggulan Produk Es Teh Jumbo

  1. Ukuran Jumbo
    • Es Teh Jumbo menawarkan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan produk es teh biasa, memberikan nilai lebih bagi konsumen yang mencari minuman menyegarkan dalam porsi besar.
  2. Varian Rasa yang Beragam
    • Produk ini menyediakan berbagai varian rasa seperti original, lemon, lychee, jasmine, dan mint, yang memberikan pilihan lebih banyak kepada konsumen dan memenuhi berbagai selera.
  3. Bahan Baku Berkualitas
    • Menggunakan teh berkualitas tinggi dan bahan tambahan alami seperti buah segar dan daun mint, memastikan rasa yang autentik dan nikmat.
  4. Harga Terjangkau
    • Meskipun memiliki ukuran yang lebih besar dan bahan baku berkualitas, Es Teh Jumbo tetap menawarkan harga yang kompetitif dan terjangkau bagi berbagai kalangan konsumen.
  5. Kemasan Menarik dan Ramah Lingkungan
    • Kemasan jumbo yang digunakan tidak hanya menarik secara visual tetapi juga ramah lingkungan, mendukung tren konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
  6. Proses Produksi Higienis
    • Proses produksi dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi, menjamin produk yang higienis dan aman untuk dikonsumsi.
  7. Strategi Pemasaran Inovatif
    • Menggunakan promosi media sosial, kerjasama dengan influencer, dan berbagai diskon serta promo menarik untuk meningkatkan awareness dan menarik lebih banyak konsumen.
  8. Lokasi Strategis
    • Gerai ditempatkan di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata, sehingga mudah diakses oleh target pasar.
  9. Layanan Pengantaran
    • Menyediakan layanan pengantaran untuk pesanan online, memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin menikmati es teh segar tanpa harus datang langsung ke gerai.
  10. Pelayanan Ramah dan Cepat
    • Fokus pada pelayanan pelanggan yang ramah dan cepat, memberikan pengalaman positif yang meningkatkan loyalitas konsumen.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Es Teh Jumbo pilihan yang menarik dan kompetitif di pasar minuman dingin, mampu bersaing dengan produk-produk serupa dan memenangkan hati konsumen.

VI.. Analisis Pasar

Target Pasar:

  1. Pelajar dan Mahasiswa
  2. Pekerja kantoran
  3. Keluarga
  4. Wisatawan

VII. Analisis SWOT:

  • Kekuatan/Strengths:
    • Produk inovatif dan unik.
    • Harga terjangkau.
    • Kualitas bahan baku yang baik.
  • Kelemahan/Weaknesses:
    • Memerlukan promosi yang intensif pada awal usaha.
    • Ketergantungan pada cuaca panas untuk peningkatan penjualan.
  • Peluang/Opportunities:
    • Tren minuman dingin yang terus meningkat.
    • Potensi pengembangan produk dan varian rasa baru.
  • AncamanThreats:
    • Persaingan dengan produk sejenis.
    • Fluktuasi harga bahan baku.

VIII. Rencana Operasional

Lokasi Usaha: Gerai akan dibuka di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata.

Jam Operasional: Setiap hari, pukul 10:00 - 22:00.

Proses Produksi:

  1. Persiapan bahan baku (teh, gula, buah-buahan, dll).
  2. Pembuatan teh dan pencampuran bahan-bahan tambahan.
  3. Penyajian dalam kemasan jumbo yang menarik.
  4. Penyimpanan di tempat pendingin untuk menjaga kesegaran.

Sumber Daya Manusia:

  1. Manajer Operasional
  2. Koki/Barista
  3. Kasir
  4. Pelayan

IX. Rencana Pemasaran

  1. Promosi Media Sosial:
    • Instagram, Facebook, TikTok.
    • Menggunakan influencer untuk promosi.
  2. Diskon dan Promo:
    • Diskon pembukaan.
    • Promo beli 1 gratis 1 pada hari tertentu.
  3. Kemitraan:
    • Kerjasama dengan sekolah, kampus, dan perusahaan untuk penyediaan minuman pada acara tertentu.
  4. Banner dan Brosur:
    • Penempatan banner dan distribusi brosur di lokasi strategis.

X. Estimasi Biaya dan Pendapatan

Biaya Awal:

Komponen

Biaya (Rp)

Sewa Tempat

20.000.000

Renovasi dan Dekorasi

15.000.000

Peralatan dan Mesin

10.000.000

Bahan Baku Awal

5.000.000

Gaji Karyawan Bulanan

8.000.000

Promosi dan Pemasaran

7.000.000

Lain-lain

5.000.000

Total

70.000.000

Pendapatan Bulanan (Estimasi):

Komponen

Pendapatan (Rp)

Penjualan Harian (300 cup @ Rp10.000)

90.000.000

Total Pendapatan Bulanan

90.000.000

Biaya Operasional Bulanan:

Komponen

Biaya (Rp)

Gaji Karyawan

8.000.000

Bahan Baku Bulanan

15.000.000

Listrik dan Air

2.000.000

Promosi dan Pemasaran

3.000.000

Lain-lain

2.000.000

Total Biaya Bulanan

30.000.000

Keuntungan Bersih Bulanan:

Komponen

Biaya (Rp)

Total Pendapatan Bulanan

90.000.000

Total Biaya Operasional

30.000.000

 

XI. Target penjualan per Tahun

Target Penjualan Per Tahun=Pendapatan Bulanan×12

 

Target Penjualan Per Tahun=90.000.000×12=1.080.000.000

 

Jadi, target penjualan per tahun adalah Rp 1.080.000.000.


·         Apabila kalian mendapatkan investor untuk usaha/bisnis kalian, sebutkan juga estimasi keuntungan untuk investor


Saturday, July 6, 2024

Liburan Kuli Bangunan

 Teks Anekdot

Liburan Kuli Bangunan


Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Perkenalkan, saya Didi. Di sini adakah kuli bangunan? Wah, berarti saya satu-satunya ya di sini? Ngomong-ngomong soal liburan, buat kebanyakan orang, liburan itu obat stres, tapi buat saya malah bikin stres. Datang liburan orang-orang sibuk nyiapin rencana mau liburan ke mana. Saya malah sibuk nyari alasan.

Anak saya minta liburan, “Pak, ingin ke Dufan.” “Nak, Jakarta banjir.” “Ya udah Pak, ke Tangkuban Perahu.” “Nak, perahunya bocor.”

“Ah bilang aja, Bapak gak punya uang.” “Cerdas!”

Anak saya itu memang jarang liburan. Saya bawa ke tempat kerja saja, menurut dia itu tamasya. Dari pagi sampai sore, dia anteng nyusun lego pakai batu bata. Kalau orang lain nyusun lego jadi robot, anak saya jadi pos ronda.

Pulang ke rumah ditanya sama istri saya, “Gimana, Nak, seru main sama Bapak?”

“Mantap, Mah! Pokoknya udah gede aku mau jadi kuli bangunan.”

“Hei, masa perempuan jadi kuli bangunan.” “Gak apa-apa, Mah, emansipasi!”

Ya, anak saya itu memang jarang liburan, jadi dia itu norak. Kemarin saya ajak ia mandi bola, eh dianya bawa handuk.

Istri saya langsung ngomong, “Nak, mandi bola gak usah bawa handuk, kan udah disediain.”

Tapi bukan cuma anak saya, saya juga jarang liburan. Satu-satunya liburan saya ya di acara ini. Buat saya, kompetisi ini liburan. Gimana enggak? Saya dapat pergi ke Jakarta, tidur di hotel, kasurnya empuk, kalau saya tidur langsung terbayang hal indah. Gak seperti di rumah. Kalau di rumah, saya ketika tidur, langsung terbayang cicilan. Tapi, gara- gara itu saya sering diprotes sama anak saya. Dia bilang gini,

“Bapak curang! Tidur di hotel, makan nasi kotak, tiap hari naik lift.” “Nak, kan Bapak di sana kerja.”

“Apa, Pak? Kerja? Katanya Jakarta banjir.”

“Nak, iya banjir, makanya Bapak ke Jakarta naik tongkang.”

Anak saya itu sering protes karena dia itu ingin banget ke Jakarta, ingin tahu Dufan. Kalau anak yang lain, ingin tahu Dufan, lantas dibawa ke Dufan. Namun, kalau anak saya ingin tahu Dufan, saya bawa dia ke warnet. “Tuh Nak, Dufan, Dufan itu.”

Tapi saya jadi tahu walaupun dari warnet, ternyata banyak wahana di Dufan itu, salah satunya rumah miring. Rumah miring, ini kalau mandor saya tahu, dibongkar ini. Saya aja masang bata miring dimarahin. Ini orang dengan sadar tanpa pengaruh apa pun malah ngebangun rumah miring. Ini anak proyek mana yang bikin? Bikin malu komunitas.

Saya Didi. Terima kasih.

 

(Sumber: Didi, Stand Up Kompas TV, 2017, dengan pengubahan seperlunya)


Temanku yang Malas

  Teks anekdot 

Temanku yang Malas

 

Di salah satu sudut ruangan kantor, tampak tiga karyawan sedang berbincang serius. Mereka duduk melingkar sambil santap makan siang saat jam istirahat kerja.

Alvi  : “Aku tuh heran sama kamu, Cha.”

Ocha   : “Kenapa heran sama aku?”

Alvi  : “Masalahnya, kamu itu kalau ada tugas buat laporan atau apapun selalu saja lama buatnya.”

Joko  : “Betul tuh, kalaupun selesai, selalu saja berantakan.”

Alvi  : “Benar sekali, gara-gara kamu aku sering dimintai tolong Pak

Feri, pimpinan kita, untuk mengetik ulang laporan dari awal.”

Ocha : “Ah, tidak usah ngeluh. Kan kita  ini  berteman.  Sudah sewajarnya sesama teman saling membantu.”

Joko    : “Masalahnya, karyawan yang lain juga ikut membicarakan kamu. Kata mereka, kapan sih kamu itu kalau ada panggilan tugas dari pimpinan langsung cepat tanggap dan tidak buat kesalahan terus?”

Alvi  : “Iya, nih. Aku juga pernah ditanya karyawan di ruang sebelah tentang hal itu. Bagaimana kalau kami terus-terusan ditanyai mereka?”

Ocha : “Tenang saja, kalian jangan pusing! Jawab saja sejujurnya bahwa kalian pernah lihat aku cepat tanggap saat dipanggil pimpinan dan tidak salah menyelesaikan tugas darinya.”

Joko   :   “Memang kapan?”

Ocha :  “Minggu lalu, waktu Pak Feri memanggilku untuk mengambil dan menghitung isi amplop bulanan yang ku terima di setiap awal bulan.”

Mendengar jawaban itu, Alvi dan Joko sontak tertawa terbahak- bahak. Seketika itu juga suasana yang tadinya serius berubah cair dan ceria. Jawaban spontan Ocha itu apa adanya dan tidak dibuat-buat. Mereka menganggap jawaban Ocha kali ini benar-benar cerminan dari kehidupan sebagian masyarakat saat ini.

 

(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)


Wednesday, June 5, 2024

Nyanyian Untuk Negri Matahari - Puisi

 Nyanyian Untuk Negri Matahari


satu negri dengan batu

sejuk sangkamu dan sangkaku

bahkan pulau bergemuruh

bersenandung elokmu


tak seperti derumu

ceritamu beratus tahun suara

memburumu dengan sengau 

tegakmu,egomu, bengismu

melawan ambara dengan angkaramu

bagimu matahari menjadi tuanmu

dan bumi menjadi nyonyamu

pujamu melayang

pahitmu bersuara

tenggelam tanpa harap

tersiksa dalam tabir


jiwaku meronta melihatmu

dingin terbujur mati tak berdaya

diam membisu tak berguncang 

seperti bunga cerry yang beku

kau simpan pilu yang membiru

menutup matamu dalam sunyimu


nyanyian untuk negri matahari

mengalun lembut berbisik

dimana gistara membaur merdu

berharap celah harapan menembusmu

menyatu dengan kemustahilan

menyeruak bagai suara

membalutmu, membungkusmu

hingga kau melihat cahaya tak menipu


nyanyian untuk negri matahari

tentang cakrawala dan awan

yang bersinar lembut untukmu

juga hujan musim semi

menyentuh bumi dengan senyum

dimana kau pulang dari lelahmu

hingga swarga mendekapmu


itulah mimpi seribu bintang

yang tertimbun dalam masa lalumu

yang melihatmu dari langit

sambil menyerukan doa-doa untukmu

hingga asamu penuh dengan harapan

dan senyummu dengan tawa

dimana terang menjadi cahaya abadimu


-aiko

Thursday, March 2, 2023

LANGIT

 

Rintik hujan menyiram lembut bumi senja, dari semalam mereka tak kunjung henti. Hari ini langit pun seolah tak ingin tersenyum melihatku berjalan pulang dari sekolah, maklum, mungkin karena langit merasa kalau dia adalah bestie ku. Langit...seperti nama seseorang yang pernah singgah di hatiku. Saat ini aku hanya terdiam, kelu, mengingat bahwa saat ini dia sudah tidak disini. 

Teringat 2 tahun lalu saat dia masih bersamaku, Langit, tak pernah berhenti menyapaku. Tak seperti nama orang itu, hari ini hujan datang tak menyapa, lalu pergi begitu saja, seharusnya namanya bukan Langit, tapi Angin. "Clara!!" teriak satu suara Aku terkejut. Suara tak asing yang menjengkelkan namun begitu kurindukan. "Langit!!!Apa-apaan sih kamu! Ga jelas banget!!" kataku cemberut. " Hidiiihhh..gitu aja marahhhhh...." godanya. "Langit...kamu tau ga..kalo kamu kayak gitu terus, lama-lama aku bisa jantungan, tau!!" kataku mulai marah. "Eitssss...jangan marah, Nona Syantiiikkkk....Langit punya berita bagus buat Nona!!" serunya gembira. "Hah? berita bagus??Apaan tuh? " tanyaku penasaran. " Tau gak..kita berdua ketrima di Eagle School lohhhh!" serunya gembira " Hah???serius???" kataku kaget. " Iya betullll..jadi kita lolos test, Clara! Yeayyyyyyyy!" serunya gembira. Sore itu, aku melihat senja mulai temaram, namun hati kami berbunga-bunga. Eagle School adalah sekolah favorit di kota kami, dan hampir semua anak ingin bersekolah disana. Namun karena itu adalah sekolah terbaik, biayanya sangat mahal. Untuk itulah kami mengajukan program beasiswa, dan setelah mengikuti test ternyata kami diterima! Saking bahagianya kami berlari kesana kemari berdua sambil berteriak seperti orang gila. "Claraaaaaaa....aku senang sekaliiiiiiii" teriak Langit. "Claraaaaaaa......aku senang sekali aku bisa sekolah di sekolah yang sama dengan kamu Clarrrrrr!!Claraaaa...kita sama-sama terus yaaaaaaaa!" teriak Langit sambil berlarian gak jelas. Aku hanya bisa tersenyum melihat polah tingkahnya. Kupandangi raut wajahnya dari kejauhan..Langit..sahabatku dari kami masih di bangku taman kanak-kanak, hingga sampai saat ini, adalah orang yang paling mengerti diriku. Tiap kali aku sedih, dia selalu berlari ke arahku. Dialah orang pertama yang selalu menghiburku, membawakanku makanan-makanan yang kusukai, mainan dan semua yang kuinginkan. Dan tiap kali aku menangis, dia selalu membelikanku ice cream. Hal-hal kecil yang dia lakukan selalu tampak manis di mataku. Saat ini, anak kecil yang beranjak dewasa itu berputar-putar tidak jelas sambil tertawa, seperti hendak terbang dia. "Claraaaaaaaa....Claraaaaa....aku ingin terbanggggg!" teriak Langit. "Apaan sih gak jelas!!!Woiiiiii..kalau mau terbang, terbang sana!!!" balasku sambil tertawa. Sore itu kami lalui dengan bahagia.

Malamnya, aku mulai berpikir merencanakan apa yang harus kami lakukan dengan program beasiswa itu. Saat pikiranku berjalan tak berarah, tiba-tiba muncul notifikasi di hp. "Clara..aku tunggu di warung bakmi gang sebelah yah!" tulis Langit. "Aduuuhh..ada apa lagi sih ni anak!" kataku kesal, karena aku sudah sangat mengantuk. Namun aku tetap saja melangkahkan kakiku keluar.

"Mahhh..aku keluar bentar yaa...ke warung bakmi sebelah, ketemuan sama Langit!" seruku. "Yaaaa...jangan malam-malam yaaaa...Oya...tolong ini ada sedikit kue buat Langit,tadi mamah bikin dan sisa banyak banget! Salam buat Langit ya!" seru Mamah. "Yaaaaa!" sahutku sambil berlari sembari membawa kardus berisi  kue Mamah. Jarak rumahku dengan warung bakmi hanya 200 meter,jadi tak butuh waktu lama aku telah sampai di depan warung. "Hai Clar..sini sini!" seru Langit yang tiba-tiba muncul dari balik warung. Kami duduk tidak jauh dari Mang Ateng, penjual mie kenalan kami sejak kami kecil. "Pesen yang biasa ya Mang!" ujarku pada Mang Ateng. *Siap, Non!" sahut Mang Ateng. "Clar..ada yang mau kuomongin ke kamu nih.. tapi jangan marah ya!" kata Langit dengan suara pelan. "Ada apa sih Lang?" seruku penasaran. "Jadi gini...sebelum hasil keputusan beasiswa itu keluar,ternyata diam-diam Papahku udah daftarin aku ke salah satu sekolah favorit di Jakarta, karena ternyata bulan depan Papahku ada tugas di Jakarta juga, Clar..." jelas Langit sedih. Aku hanya termenung mendengar cerita Langit."Aku tidak ingin pergi dari kota ini ,Clar..bagiku kota ini adalah kota yang penuh kenangan,,kota dimana aku dibesarkan..dan terlebih lagi..aku juga tidak ingin pisah sama kamu,Clar..." jelas Langit sedih sekali lagi. Sekali lagi..aku hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Langit. Entah kenapa,hatiku seperti ditusuk oleh benda tajam yang menyakitkan. Apakah aku akan kehilangan Langit? "Clar...sekarang kan udah canggih,kita bisa vidcall an tiap hari kan? Jadi gak masalah kan?" hibur Langit. "I..iya Lang" jawabku lirih. "Udah ga usah sedih..makan yuk!" ujar Langit sambil menyantap bakmi kesukaannya

Aku terdiam, mataku nanar menatap Langit yang tampak baik-baik saja,entah mengapa aku merasa tak baik-baik saja. Setelah mie kami habis,kami berjalan pulang bersama. Pikiranku masih tak beraturan,aku bingung dengan perasaanku.Aku masih bingung dengan kondisi ini. Tiba- tiba terdengar suara, "Awas, Clara!" teriak Langit. Tiba-tiba aku merasa Langit mendorongku jauh ke tepi jalan hingga aku jatuh terguling, "Brakk!!!" terdengar seperti benturan benda keras. Kepalaku masih pusing saat jatuh tadi, namun aku melihat orang-orang berlarian ke tengah jalan. "Ada tabrakan!!" teriak orang-orang. "Hah? Tabrakan? Jangan-jangan...." pikirku gelisah. Aku segera bangkit dari posisiku,dan mencoba menyeret kakiku yang lecet saat jatuh tadi. Aku mendekati kerumunan itu, dan tampak orang-orang mengelilingi satu tubuh yang tergeletak disana. Aku berlari mendekat. "Minggir!!Minggir!!" teriakku. Orang-orang menepi,dan betapa terkejutnya aku,aku melihat Langit,tergelak tak berdaya. "Langiiiit!!Langiiiiitttttt!" aku berteriak seperti orang gila Orang-orang memegangku supaya aku tak mendekati Langit. Dan tiba-tiba seluruh langitku terasa gelap.

"Langit...Langittt..kamu mau kemana?" seruku. Entah mengapa aku tiba-tiba ada di taman ini, tempat ini begitu indah,dan aku bahagia bisa bertemu dengan Langit. "Clar..aku sayang kamu..aku janji..aku ga akan tinggalin kamu..kamu yang sabar ya .," kata Langit lembut. "Langit..jangan pergi! Jangan tinggalin aku,Langit!" seruku sambil menangis. "Clara...jangan takut,kamu ga akan sendiri, ada mamahmu,papahmu, dan teman-teman yang sayang kamu..aku gak akan ninggalin kamu..yang sabar yah.." ujar Langit sambil tersenyum. "Langittttt...langittttt!" aku berteriak sambil menangis. Dan tiba-tiba terdengar suara "Clara!! Clara! Kamu sudah bangun, nak?" suara mamah menyadarkanku dari pingsanku.

"Non...Non..kok melamun?" ujar seseorang di dekatku.Rupanya dari tadi aku melamun,mengingat peristiwa 2 tahun lalu saat kecelakaan yang menimpa Langit terjadi. Yah..Langit menyelamatkanku dari aksi tabrak lari sebuah mobil yang menyetir ugal-ugalan di komplek perumahan kami.

Tanpa sadar air mataku menetes mengingat peristiwa itu. " Non..Mang Ateng udah bikin bakmi kesukaan Non Clara. Ayo dimakan ntar kebur dingin..laper kan pulang sekolah belum makan,jangan melamun lagi Non.." hibur Mang Ateng penjual bakmi yang baik hati itu sambil tersenyum.Aku hanya termenung sambil menyantap bakmi rebus yang kupesan,rasa bakmi yang selama ini kusuka menjadi hambar sejak 2 tahun lalu,namun anehnya aku tetap selalu memesannya,terutama bila aku merindukan Langit. "Non.." seru Mang Ateng. "Ada apa,Mang" jawabku lunglai. "Non..udah denger kabar belum?" ujar Mang Ateng. "Hah? Kabar? Kabar apa Mang?" jawabku acuh. " Itu...anu ..duh gimana ngomongnya yak? Intinya Non Clara jangan sedih terus Non ..." ujar Mang Ateng sekali lagi.Tampaknya Mang Ateng kebingungan ingin menyampaikan sesuatu.

Aku yang tidak begitu mempedulikan perkataan Mang Ateng,sibuk dengan pikiranku yang selama 2 tahun ini sering berkhayal tentang Langit. Aku sangat kehilangan dia.Aku juga merasa sangat bersalah kepadanya. Saat pikiranku menerawang jauh,saat aku hendak menyantap bakmi yang sudah dingin itu, tiba-tiba terdengar suara yang seolah tak asing di telingaku "Anak cantik mana senyumnya? Kok cemberut sih, mau ice cream gak?" seru suara itu. Aku terkejut. Itu.....itu seperti suara Langit..tapi..mana mungkin?????

Segera aku menoleh ke arah suara itu. Langit!!! Iya betul!! Yang kulihat adalah Langit!!! Aku terbujur kaku, sekolah ada jutaan ton listrik menghempasku. Itu Langit!!! Sosok yang 2 tahun ini kurindukan! Setelah kecelakaan itu aku tak bisa melihatnya lagi. Mamah bilang kalau Langit pergi berobat ke Amerika dengan orangtuanya. Tak ada surat,telpon maupun pesan melalui ponsel darinya. Bahkan setahun lalu kudengar kabar kalau Langit sudah meninggal. "Hai Clar...kamu gak kangen aku??" canda Langit dengan ketawa sumringahnya. Mataku berkaca-kaca. ”Lang...Langitttt!Kamu jahat sekaliii!" isakku. Mataku basah oleh airmataku. Aku bingung tak tahu harus bagaimana. Langit yang tersenyum, segera mendatangiku. “Clara maafkan aku ya..maaf aku tak memberimu kabar karena aku tak ingin kamu kuatir .aku baik-baik saja sekarang.." bisik Langit lembut. Aku hanya bisa menangis dan terisak. "Langit..please jangan pergi lagi ya.." tangisku. "Ya Clara...aku sudah kembali..kita akan bersama-sama lagi seperti dulu.." jawab Langit sambil tersenyum.

Kami berjalan pulang bersama. Langit kembali ke rumahnya yang dulu, kali ini Langit tinggal bersama kakek neneknya karena orangtuanya ada tugas di Jakarta dan harus menetap disana untuk beberapa waktu. Senja itu, aku menatap ke langit. Seperti halnya Langit yang tersenyum kepadaku, aku melihat langit yang sama yang mengedipkan kebahagiaan kepadaku. Dan lagi-lagi, rintik-rintik lembut turun membasahi bumi. Meski hujan menyirami dengan lembut, namun memberikan kesegaran dan keindahan tersendiri di senja itu. Langit mungkin saja mengerti tangisanku, doaku dan harapanku. Langit mungkin ingin berkata, meski terkadang hari tampak suram, namun ada keindahan dalam setiap tetes hujan yang jatuh, yang akan terus mengingatkan kita akan keajaiban Tuhan yang selalu hadir.

 

Ditulis oleh Lisa Aiko


Ketika Pikiran Menjadi Takdir : Self Fulfilling Prophecy dalam Membangun Harga Diri

Kreator : Lisa Aiko Ketika kita depresi, maka kita yakin bahwa kita sama sekali tidak berharga. Semakin buruk depresi, semakin kita merasaka...