Teks anekdot
Temanku yang Malas
Di salah satu sudut ruangan kantor, tampak tiga karyawan sedang berbincang serius. Mereka duduk melingkar sambil santap makan siang saat jam istirahat kerja.
Alvi : “Aku tuh heran sama kamu, Cha.”
Ocha : “Kenapa heran sama aku?”
Alvi : “Masalahnya, kamu itu kalau ada tugas buat laporan atau apapun selalu saja lama buatnya.”
Joko : “Betul tuh, kalaupun selesai, selalu saja berantakan.”
Alvi : “Benar sekali, gara-gara kamu aku sering dimintai tolong Pak
Feri, pimpinan kita, untuk mengetik ulang laporan dari awal.”
Ocha : “Ah, tidak usah ngeluh. Kan kita ini berteman. Sudah sewajarnya sesama teman saling membantu.”
Joko : “Masalahnya, karyawan yang lain juga ikut membicarakan kamu. Kata mereka, kapan sih kamu itu kalau ada panggilan tugas dari pimpinan langsung cepat tanggap dan tidak buat kesalahan terus?”
Alvi : “Iya, nih. Aku juga pernah ditanya karyawan di ruang sebelah tentang hal itu. Bagaimana kalau kami terus-terusan ditanyai mereka?”
Ocha : “Tenang saja, kalian jangan pusing! Jawab saja sejujurnya bahwa kalian pernah lihat aku cepat tanggap saat dipanggil pimpinan dan tidak salah menyelesaikan tugas darinya.”
Joko : “Memang kapan?”
Ocha : “Minggu lalu, waktu Pak Feri memanggilku untuk mengambil dan menghitung isi amplop bulanan yang ku terima di setiap awal bulan.”
Mendengar jawaban itu, Alvi dan Joko sontak tertawa terbahak- bahak. Seketika itu juga suasana yang tadinya serius berubah cair dan ceria. Jawaban spontan Ocha itu apa adanya dan tidak dibuat-buat. Mereka menganggap jawaban Ocha kali ini benar-benar cerminan dari kehidupan sebagian masyarakat saat ini.
(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)
No comments:
Post a Comment