Pages

Saturday, July 6, 2024

Temanku yang Malas

  Teks anekdot 

Temanku yang Malas

 

Di salah satu sudut ruangan kantor, tampak tiga karyawan sedang berbincang serius. Mereka duduk melingkar sambil santap makan siang saat jam istirahat kerja.

Alvi  : “Aku tuh heran sama kamu, Cha.”

Ocha   : “Kenapa heran sama aku?”

Alvi  : “Masalahnya, kamu itu kalau ada tugas buat laporan atau apapun selalu saja lama buatnya.”

Joko  : “Betul tuh, kalaupun selesai, selalu saja berantakan.”

Alvi  : “Benar sekali, gara-gara kamu aku sering dimintai tolong Pak

Feri, pimpinan kita, untuk mengetik ulang laporan dari awal.”

Ocha : “Ah, tidak usah ngeluh. Kan kita  ini  berteman.  Sudah sewajarnya sesama teman saling membantu.”

Joko    : “Masalahnya, karyawan yang lain juga ikut membicarakan kamu. Kata mereka, kapan sih kamu itu kalau ada panggilan tugas dari pimpinan langsung cepat tanggap dan tidak buat kesalahan terus?”

Alvi  : “Iya, nih. Aku juga pernah ditanya karyawan di ruang sebelah tentang hal itu. Bagaimana kalau kami terus-terusan ditanyai mereka?”

Ocha : “Tenang saja, kalian jangan pusing! Jawab saja sejujurnya bahwa kalian pernah lihat aku cepat tanggap saat dipanggil pimpinan dan tidak salah menyelesaikan tugas darinya.”

Joko   :   “Memang kapan?”

Ocha :  “Minggu lalu, waktu Pak Feri memanggilku untuk mengambil dan menghitung isi amplop bulanan yang ku terima di setiap awal bulan.”

Mendengar jawaban itu, Alvi dan Joko sontak tertawa terbahak- bahak. Seketika itu juga suasana yang tadinya serius berubah cair dan ceria. Jawaban spontan Ocha itu apa adanya dan tidak dibuat-buat. Mereka menganggap jawaban Ocha kali ini benar-benar cerminan dari kehidupan sebagian masyarakat saat ini.

 

(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)


Wednesday, June 5, 2024

Nyanyian Untuk Negri Matahari - Puisi

 Nyanyian Untuk Negri Matahari


satu negri dengan batu

sejuk sangkamu dan sangkaku

bahkan pulau bergemuruh

bersenandung elokmu


tak seperti derumu

ceritamu beratus tahun suara

memburumu dengan sengau 

tegakmu,egomu, bengismu

melawan ambara dengan angkaramu

bagimu matahari menjadi tuanmu

dan bumi menjadi nyonyamu

pujamu melayang

pahitmu bersuara

tenggelam tanpa harap

tersiksa dalam tabir


jiwaku meronta melihatmu

dingin terbujur mati tak berdaya

diam membisu tak berguncang 

seperti bunga cerry yang beku

kau simpan pilu yang membiru

menutup matamu dalam sunyimu


nyanyian untuk negri matahari

mengalun lembut berbisik

dimana gistara membaur merdu

berharap celah harapan menembusmu

menyatu dengan kemustahilan

menyeruak bagai suara

membalutmu, membungkusmu

hingga kau melihat cahaya tak menipu


nyanyian untuk negri matahari

tentang cakrawala dan awan

yang bersinar lembut untukmu

juga hujan musim semi

menyentuh bumi dengan senyum

dimana kau pulang dari lelahmu

hingga swarga mendekapmu


itulah mimpi seribu bintang

yang tertimbun dalam masa lalumu

yang melihatmu dari langit

sambil menyerukan doa-doa untukmu

hingga asamu penuh dengan harapan

dan senyummu dengan tawa

dimana terang menjadi cahaya abadimu


-aiko

Thursday, March 2, 2023

LANGIT

 

Rintik hujan menyiram lembut bumi senja, dari semalam mereka tak kunjung henti. Hari ini langit pun seolah tak ingin tersenyum melihatku berjalan pulang dari sekolah, maklum, mungkin karena langit merasa kalau dia adalah bestie ku. Langit...seperti nama seseorang yang pernah singgah di hatiku. Saat ini aku hanya terdiam, kelu, mengingat bahwa saat ini dia sudah tidak disini. 

Teringat 2 tahun lalu saat dia masih bersamaku, Langit, tak pernah berhenti menyapaku. Tak seperti nama orang itu, hari ini hujan datang tak menyapa, lalu pergi begitu saja, seharusnya namanya bukan Langit, tapi Angin. "Clara!!" teriak satu suara Aku terkejut. Suara tak asing yang menjengkelkan namun begitu kurindukan. "Langit!!!Apa-apaan sih kamu! Ga jelas banget!!" kataku cemberut. " Hidiiihhh..gitu aja marahhhhh...." godanya. "Langit...kamu tau ga..kalo kamu kayak gitu terus, lama-lama aku bisa jantungan, tau!!" kataku mulai marah. "Eitssss...jangan marah, Nona Syantiiikkkk....Langit punya berita bagus buat Nona!!" serunya gembira. "Hah? berita bagus??Apaan tuh? " tanyaku penasaran. " Tau gak..kita berdua ketrima di Eagle School lohhhh!" serunya gembira " Hah???serius???" kataku kaget. " Iya betullll..jadi kita lolos test, Clara! Yeayyyyyyyy!" serunya gembira. Sore itu, aku melihat senja mulai temaram, namun hati kami berbunga-bunga. Eagle School adalah sekolah favorit di kota kami, dan hampir semua anak ingin bersekolah disana. Namun karena itu adalah sekolah terbaik, biayanya sangat mahal. Untuk itulah kami mengajukan program beasiswa, dan setelah mengikuti test ternyata kami diterima! Saking bahagianya kami berlari kesana kemari berdua sambil berteriak seperti orang gila. "Claraaaaaaa....aku senang sekaliiiiiiii" teriak Langit. "Claraaaaaaa......aku senang sekali aku bisa sekolah di sekolah yang sama dengan kamu Clarrrrrr!!Claraaaa...kita sama-sama terus yaaaaaaaa!" teriak Langit sambil berlarian gak jelas. Aku hanya bisa tersenyum melihat polah tingkahnya. Kupandangi raut wajahnya dari kejauhan..Langit..sahabatku dari kami masih di bangku taman kanak-kanak, hingga sampai saat ini, adalah orang yang paling mengerti diriku. Tiap kali aku sedih, dia selalu berlari ke arahku. Dialah orang pertama yang selalu menghiburku, membawakanku makanan-makanan yang kusukai, mainan dan semua yang kuinginkan. Dan tiap kali aku menangis, dia selalu membelikanku ice cream. Hal-hal kecil yang dia lakukan selalu tampak manis di mataku. Saat ini, anak kecil yang beranjak dewasa itu berputar-putar tidak jelas sambil tertawa, seperti hendak terbang dia. "Claraaaaaaaa....Claraaaaa....aku ingin terbanggggg!" teriak Langit. "Apaan sih gak jelas!!!Woiiiiii..kalau mau terbang, terbang sana!!!" balasku sambil tertawa. Sore itu kami lalui dengan bahagia.

Malamnya, aku mulai berpikir merencanakan apa yang harus kami lakukan dengan program beasiswa itu. Saat pikiranku berjalan tak berarah, tiba-tiba muncul notifikasi di hp. "Clara..aku tunggu di warung bakmi gang sebelah yah!" tulis Langit. "Aduuuhh..ada apa lagi sih ni anak!" kataku kesal, karena aku sudah sangat mengantuk. Namun aku tetap saja melangkahkan kakiku keluar.

"Mahhh..aku keluar bentar yaa...ke warung bakmi sebelah, ketemuan sama Langit!" seruku. "Yaaaa...jangan malam-malam yaaaa...Oya...tolong ini ada sedikit kue buat Langit,tadi mamah bikin dan sisa banyak banget! Salam buat Langit ya!" seru Mamah. "Yaaaaa!" sahutku sambil berlari sembari membawa kardus berisi  kue Mamah. Jarak rumahku dengan warung bakmi hanya 200 meter,jadi tak butuh waktu lama aku telah sampai di depan warung. "Hai Clar..sini sini!" seru Langit yang tiba-tiba muncul dari balik warung. Kami duduk tidak jauh dari Mang Ateng, penjual mie kenalan kami sejak kami kecil. "Pesen yang biasa ya Mang!" ujarku pada Mang Ateng. *Siap, Non!" sahut Mang Ateng. "Clar..ada yang mau kuomongin ke kamu nih.. tapi jangan marah ya!" kata Langit dengan suara pelan. "Ada apa sih Lang?" seruku penasaran. "Jadi gini...sebelum hasil keputusan beasiswa itu keluar,ternyata diam-diam Papahku udah daftarin aku ke salah satu sekolah favorit di Jakarta, karena ternyata bulan depan Papahku ada tugas di Jakarta juga, Clar..." jelas Langit sedih. Aku hanya termenung mendengar cerita Langit."Aku tidak ingin pergi dari kota ini ,Clar..bagiku kota ini adalah kota yang penuh kenangan,,kota dimana aku dibesarkan..dan terlebih lagi..aku juga tidak ingin pisah sama kamu,Clar..." jelas Langit sedih sekali lagi. Sekali lagi..aku hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Langit. Entah kenapa,hatiku seperti ditusuk oleh benda tajam yang menyakitkan. Apakah aku akan kehilangan Langit? "Clar...sekarang kan udah canggih,kita bisa vidcall an tiap hari kan? Jadi gak masalah kan?" hibur Langit. "I..iya Lang" jawabku lirih. "Udah ga usah sedih..makan yuk!" ujar Langit sambil menyantap bakmi kesukaannya

Aku terdiam, mataku nanar menatap Langit yang tampak baik-baik saja,entah mengapa aku merasa tak baik-baik saja. Setelah mie kami habis,kami berjalan pulang bersama. Pikiranku masih tak beraturan,aku bingung dengan perasaanku.Aku masih bingung dengan kondisi ini. Tiba- tiba terdengar suara, "Awas, Clara!" teriak Langit. Tiba-tiba aku merasa Langit mendorongku jauh ke tepi jalan hingga aku jatuh terguling, "Brakk!!!" terdengar seperti benturan benda keras. Kepalaku masih pusing saat jatuh tadi, namun aku melihat orang-orang berlarian ke tengah jalan. "Ada tabrakan!!" teriak orang-orang. "Hah? Tabrakan? Jangan-jangan...." pikirku gelisah. Aku segera bangkit dari posisiku,dan mencoba menyeret kakiku yang lecet saat jatuh tadi. Aku mendekati kerumunan itu, dan tampak orang-orang mengelilingi satu tubuh yang tergeletak disana. Aku berlari mendekat. "Minggir!!Minggir!!" teriakku. Orang-orang menepi,dan betapa terkejutnya aku,aku melihat Langit,tergelak tak berdaya. "Langiiiit!!Langiiiiitttttt!" aku berteriak seperti orang gila Orang-orang memegangku supaya aku tak mendekati Langit. Dan tiba-tiba seluruh langitku terasa gelap.

"Langit...Langittt..kamu mau kemana?" seruku. Entah mengapa aku tiba-tiba ada di taman ini, tempat ini begitu indah,dan aku bahagia bisa bertemu dengan Langit. "Clar..aku sayang kamu..aku janji..aku ga akan tinggalin kamu..kamu yang sabar ya .," kata Langit lembut. "Langit..jangan pergi! Jangan tinggalin aku,Langit!" seruku sambil menangis. "Clara...jangan takut,kamu ga akan sendiri, ada mamahmu,papahmu, dan teman-teman yang sayang kamu..aku gak akan ninggalin kamu..yang sabar yah.." ujar Langit sambil tersenyum. "Langittttt...langittttt!" aku berteriak sambil menangis. Dan tiba-tiba terdengar suara "Clara!! Clara! Kamu sudah bangun, nak?" suara mamah menyadarkanku dari pingsanku.

"Non...Non..kok melamun?" ujar seseorang di dekatku.Rupanya dari tadi aku melamun,mengingat peristiwa 2 tahun lalu saat kecelakaan yang menimpa Langit terjadi. Yah..Langit menyelamatkanku dari aksi tabrak lari sebuah mobil yang menyetir ugal-ugalan di komplek perumahan kami.

Tanpa sadar air mataku menetes mengingat peristiwa itu. " Non..Mang Ateng udah bikin bakmi kesukaan Non Clara. Ayo dimakan ntar kebur dingin..laper kan pulang sekolah belum makan,jangan melamun lagi Non.." hibur Mang Ateng penjual bakmi yang baik hati itu sambil tersenyum.Aku hanya termenung sambil menyantap bakmi rebus yang kupesan,rasa bakmi yang selama ini kusuka menjadi hambar sejak 2 tahun lalu,namun anehnya aku tetap selalu memesannya,terutama bila aku merindukan Langit. "Non.." seru Mang Ateng. "Ada apa,Mang" jawabku lunglai. "Non..udah denger kabar belum?" ujar Mang Ateng. "Hah? Kabar? Kabar apa Mang?" jawabku acuh. " Itu...anu ..duh gimana ngomongnya yak? Intinya Non Clara jangan sedih terus Non ..." ujar Mang Ateng sekali lagi.Tampaknya Mang Ateng kebingungan ingin menyampaikan sesuatu.

Aku yang tidak begitu mempedulikan perkataan Mang Ateng,sibuk dengan pikiranku yang selama 2 tahun ini sering berkhayal tentang Langit. Aku sangat kehilangan dia.Aku juga merasa sangat bersalah kepadanya. Saat pikiranku menerawang jauh,saat aku hendak menyantap bakmi yang sudah dingin itu, tiba-tiba terdengar suara yang seolah tak asing di telingaku "Anak cantik mana senyumnya? Kok cemberut sih, mau ice cream gak?" seru suara itu. Aku terkejut. Itu.....itu seperti suara Langit..tapi..mana mungkin?????

Segera aku menoleh ke arah suara itu. Langit!!! Iya betul!! Yang kulihat adalah Langit!!! Aku terbujur kaku, sekolah ada jutaan ton listrik menghempasku. Itu Langit!!! Sosok yang 2 tahun ini kurindukan! Setelah kecelakaan itu aku tak bisa melihatnya lagi. Mamah bilang kalau Langit pergi berobat ke Amerika dengan orangtuanya. Tak ada surat,telpon maupun pesan melalui ponsel darinya. Bahkan setahun lalu kudengar kabar kalau Langit sudah meninggal. "Hai Clar...kamu gak kangen aku??" canda Langit dengan ketawa sumringahnya. Mataku berkaca-kaca. ”Lang...Langitttt!Kamu jahat sekaliii!" isakku. Mataku basah oleh airmataku. Aku bingung tak tahu harus bagaimana. Langit yang tersenyum, segera mendatangiku. “Clara maafkan aku ya..maaf aku tak memberimu kabar karena aku tak ingin kamu kuatir .aku baik-baik saja sekarang.." bisik Langit lembut. Aku hanya bisa menangis dan terisak. "Langit..please jangan pergi lagi ya.." tangisku. "Ya Clara...aku sudah kembali..kita akan bersama-sama lagi seperti dulu.." jawab Langit sambil tersenyum.

Kami berjalan pulang bersama. Langit kembali ke rumahnya yang dulu, kali ini Langit tinggal bersama kakek neneknya karena orangtuanya ada tugas di Jakarta dan harus menetap disana untuk beberapa waktu. Senja itu, aku menatap ke langit. Seperti halnya Langit yang tersenyum kepadaku, aku melihat langit yang sama yang mengedipkan kebahagiaan kepadaku. Dan lagi-lagi, rintik-rintik lembut turun membasahi bumi. Meski hujan menyirami dengan lembut, namun memberikan kesegaran dan keindahan tersendiri di senja itu. Langit mungkin saja mengerti tangisanku, doaku dan harapanku. Langit mungkin ingin berkata, meski terkadang hari tampak suram, namun ada keindahan dalam setiap tetes hujan yang jatuh, yang akan terus mengingatkan kita akan keajaiban Tuhan yang selalu hadir.

 

Ditulis oleh Lisa Aiko


Thursday, February 23, 2023

Senjaku Pagiku Bersamamu

Senjaku Pagiku Bersamamu

Oleh : Lisa Aiko

Sore itu aku duduk termenung di kafe itu, aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaanku,makin hari makin ga jelas tiap kali aku akan bertemu dengannya,aku menunggunya dengan gejolak di hati yang entah tidak dapat kulukiskan. Cindy, sahabatku, meminum dan menghabiskan es teh nya dengan santai sambil sesekali membuka gadget nya.

"Cin,kok mereka lama banget sih? Bukannya kita rencana mau nobar yah? Aduh itu tiketnya udah mau habis nih,gimana?" Cindy menatapku dengan santai, "Haish,santai aja Angelll,dia pasti datang kok!" kata Cindy sambil tersenyum geli. Aku terkejut ," Hah? Apa maksudmu,Cindy? Aku ga ngerti deh!" jawabku. Sambil terseyum Cindy tiba-tiba meliriku seraya berkata, "Tuh,dateng tuh!" Sejenak aku tak mengerti maksudnya,dan ternyata dari arah depan kulihat serombongan siswa berpakaian seragam sekolah berjalan beriringan menuju ke arah kami, dan tampak...dia..Jovan..tersenyum ke arahku.Entah apa yang kurasakan di dalam hatiku,namun aku berusaha untuk bersikap biasa.

"Hai gaes, sini sini!" seruku pada mereka.Mereka mendekat ke arah kami. Setelah kami berkumpul, kami duduk bareng di pojok kafe itu dengan santai. Mereka berempat,ditambah kami berdua,total kami berenam."Gaes,sori , mau info nih..kita kayaknya ga jadi nonton deh, soalnya ini dah telat banget,sori banget tadi ada rapat di ekskul ku" Jovan tampak berusaha menjelaskan dengan tenang. Rian, yang dari tadi diam,tampak ingin mengatakan sesuatu. "Iya gaes,sori,tadi kita rapat dulu untuk program baru di ekskul kita,so kita minta maaf ya." Aku dan Cindy tersenyum,dan tampaknya Cindy ingin aku bicara mewakili kami. "Ga papa sih,kita oke aja kok..it's oke" kataku sambil tersenyum. "Kalau gitu,kita jalan aja yuk, kayaknya Rian, Fael dan Hesa mau beli barang tuh di KKP" kata Jovan. Dan akhirnya kami jalan bareng.

Kami berenam jalan ke KKP, dan sesampainya di sana masing-masing sibuk memilih barang yang ingin mereka beli. Aku tak tahu harus bagaimana, jadi aku hanya berdiri sambil melihat-lihat sekeliling. Tiba-tiba Jovan berkata , "Angel..kamu suka apa?" Aku terkejut . "Aku..aku suka semua sih hehehe " jawabku bingung. "Hmmmm..kamu suka boneka imut?" katanya sekali lagi. "Hah maksudmu?" tanyaku sekali lagi. "Yahhhh..kamu kan kecil, jadi aku ingin beliin kamu boneka yang mirip kamu nih!" katanya sambil mengambil satu boneka imut warna putih. "Angel..kmu mirip dia nih hahahaha!" seru Jovan sambil tertawa. "Hah?????" seruku sambil terkejut. "Tapi..tapi...." aku berusaha mencegahnya,namun dia sudah berlari ke kasir. Aku mengikutinya dari belakang. Setelah dia membayar, segera dia menghampiriku dan memberiku bungkus warna kuning itu,wadah gift dengan brand dari toko tersebut. "Buat kamu,Angel!" serunya . "Wow..thanks ya!" kataku senang. "Nah..udah jangan sedih lagi,aku tau kamu lagi galau kan,gara-gara nilai ulangan matematikamu ga sesuai ekspetasi hahaha" katanya ceria.

Aku hanya menatap Jovan sambil terharu. Dia,sahabatku,orang yang paling mengerti aku. Ada banyak pagi dan senja yang kami lewati bersama.Ga cuma karena kami sering bertengkar dan baikan lagi,tapi tiap pagi saat jam istirahat,dan saat sore sepulang sekolah,kami selalu bertemu juga seperti ini,tentunya dengan teman-teman kami yang lain,namun memang hubungan antara aku dan Jovan sedikit lebih dekat daripada dengan teman yang lain,maklum kami memiliki hobby yang sama,yaitu musik.

Ada suka duka yang kita alami bersama. Masa-masa sekolah seperti ini yang tidak akan pernah kulupakan. Aku belajar arti persahabatan,ketulusan dan kejujuran. Aku tak ingin mewarnai dan menodai persahabatan kami dengan perasaan yang ga jelas yang mulai muncul dalam hatiku.Aku hanya berharap kita dapat terus berteman hingga nanti kami tumbuh dewasa.


Saturday, February 18, 2023

INSECURE

 Pada renungan hari ini, kita mau belajar bagaimana cara mengalahkan perasaan insecure. Saya menemukan bahwa perasaan insecure ini adalah perasaan yang seringkali dirasakan oleh orang-orang, termasuk orang-orang zaman dulu. Contohnya:

-Malaikat Tuhan datang kepada Gideon dan mengatakan, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hakim-hakim 6:12). Tetapi Gideon malah mengatakan bahwa kaumnya adalah kaum yang terlemah dan dirinya adalah yang termuda dari kaum lemah tersebut.

-Tuhan menampakkan diri kepada Musa dan mengatakan, “Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir” (Keluaran 3:10). Tetapi Musa malah mengatakan bahwa dia merupakan seseorang yang tidak pandai berbicara.

-Tuhan mengatakan kepada Yeremia bahwa dia terlahir dengan sebuah rancangan yang besar, yaitu untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Tetapi Yeremia malah mengatakan kepada Tuhan bahwa dia tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan dan dia juga terlalu muda.

INSECURE! Itu lah yang mereka rasakan waktu itu, dan juga apa yang mungkin beberapa dari kita rasakan hari ini. Mengapa kita insecure? Tiga hal yang membuat kita seringkali insecure adalah:

PENOLAKAN

Ditolak oleh orang yang kita sukai, ditolak oleh sekolah yang kita inginkan. Penolakan-penolakan ini seringkali mempengaruhi pandangan kita akan diri kita sendiri. Apakah saya terlalu jelek? Apakah saya terlalu bodoh? Apakah saya terlalu lemah?

KRITIK

Setiap orang pasti mengerti apa rasanya memiliki seorang haters. Entah mengapa para hatersini menyadari setiap kesalahan minor yang kita miliki dan senang untuk mempublikasikannya kepada semua orang. Bahkan terkadang yang para hatersbicarakan ini sebenarnya bukanlah kelemahan kita, melainkan hanyalah sesuatu yang tidak sesuai dengan seleranya. Kita sebenarnya tau bahwa kritik-kritik dari para haters ini seharusnya tidak perlu menjadi sesuatu yang kita hiraukan, tetapi seringkali kita tetap memberikannya kesempatan untuk mempengaruhi emosi dan pikiran kita.

PERBANDINGAN

“Dia mendapatkan pacar baru lagi sedangkan saya tidak dapat-dapat.” “Mereka pergi liburan keluar negri lagi sedangkan saya lima tahun terjebak disini.”  Membandingkan berkatmu dengan berkat orang lain tidak akan pernah membawakan apa pun yang baik ke dalam kehidupanmu. Mengapa? Karena perbandingan membuat kita lupa akan berkat kita, dan malah fokus akan berkat orang lain.

Penolakan, kritik, dan perbandingan dapat membuat diri kita INSECURE dan dapat membuat diri kita hancur. Jadi, bagaimana kita dapat mengalahkan ketiga hal ini di dalam hidup kita? Menurut saya, cara terbaiknya adalah dengan mengetahui apa yang Tuhan telah katakan tentang diri kita.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

Kebenarannya, identitas kita adalah ciptaan Tuhan yang sempurna. Sesungguhnya, kita itu terpilih, dikasihi, dan juga diperlengkapi. Semakin kita menyadari akan kebenaran ini, semakin kita dapat hidup bebas dari perasaan insecure. Kita harus ingat bahwa kasih Tuhan kepada kita tidaklah terikat pada situasi kita menurut diri kita sendiri, melainkan terikat pada salib Kristus dimana Yesus telah menyerahkan diri-Nya untuk menebus dosa kita. Kamu begitu special di mata Tuhan sehingga Dia rela memberikan yang terbaik yang dapat Dia berikan. Bukankah seharusnya hal ini membuat kita bersukacita dan bukan malah merasa insecure?

Percayalah bahwa ketika kamu ditolak, berarti Tuhan sedang menutup pintu yang salah. Percayalah bahwa ketika kamu dikritik, berarti kamu sedang mengerjakan sesuatu yang memang berarti. Percayalah bahwa kamu tidak perlu membandingkan keadaanmu dengan keadaan orang lain—karena Tuhan memiliki berkat unik tersendiri bagi hidupmu. Kalahkan perasaan insecure di dalam hidupmu dengan meletakkan fokusmu dengan benar. Letakkanlah pandanganmu kepada Tuhan yang telah menciptakanmu, yang telah menyelamatkanmu, yang telah memilihmu, yang telah menyertai hidupmu, dan yang berjanji akan selalu memimpin langkahmu.

ATTITUDE

 “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9).

Jika sejak di usia muda sudah memiliki pondasi iman yang kuat, kita tak akan mudah terbawa oleh arus dunia. Usia muda harusnya menjadi usia emas, masa di mana orang bisa mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki.

Pemazmur mengatakan bahwa hanya dengan firman Tuhanlah para pemuda bisa mempertahankan kelakuannya agar tetap bersih dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena itulah, Young Leaders harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani supaya waktu-waktu luang yang ada kalian gunakan untuk hal-hal positif dan membantu iman.

Pemuda harus melatih diri dalam hal ibadah, artinya tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, dan semakin giat untuk melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Semakin banyak dari kalian  yang mendengar firman Tuhan, semakin kuat pula iman kalian.

“…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).

All About Love

 All about LOVE


Nats Alkitab: Roma 12: 9

Roma 12:9 (TB)  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 

Naya Rivera, bintang serial Glee, ditemukan tewas di Danau Piru, Ventura, California. Pada waktu itu ia sedang berlibur dan menyewa kapal dengan anaknya, dan hal menyedihkan pun terjadi, liburan itu menjadi duka. Mereka terlempar di Danau Piru, dan menurut pengakuan Josey, anak Naya, ibunya menariknya dengan tali hingga ia bisa kembali naik ke kapal. Namun, Naya sendiri sudah kehabisan tenaga dan tidak dapat menyelamatkannya dirinya. Dia terseret arus dan ditemukan sepekan kemudian dalam keadaan meninggal. Kisah yang benar-benar menyentuh hati, kasih seorang ibu memang tidak tanggung-tanggung untuk berkorban demi anaknya. Kasih akan anaknya membuat Naya mau berkorban, bahkan merelakan nyawanya.


Buah roh pertama adalah kasih, dan kasih merupakan hal yang paling penting dan mendasar. Apapun yang kita lakukan, mau itu pelayanan, menolong orang lain, dan lainnya, kalo tidak digerakkan oleh kasih, Rasul Paulus berkata itu akan sia-sia. Banyak orang menjadi dermawan, tetapi tujuannya hanya untuk ketenaran.


Mari kita melihat diri sendiri. Jangan-jangan kita sudah sibuk melayani, memberi banyak persembahan, jadi panitia acara rohani, tetapi ujung-ujungnya sia-sia di hadapan Tuhan karena kita memiliki motivasi yang lain. Kita bahkan sering berbicara kasar kepada keluarga kita,teman2 kita dan sikap kita tidak menunjukkan kasih.Yuk, kembali ke motivasi yang paling dasar: Love!

Ketika Pikiran Menjadi Takdir : Self Fulfilling Prophecy dalam Membangun Harga Diri

Kreator : Lisa Aiko Ketika kita depresi, maka kita yakin bahwa kita sama sekali tidak berharga. Semakin buruk depresi, semakin kita merasaka...