Senjaku Pagiku Bersamamu
Oleh : Lisa Aiko
Sore itu
aku duduk termenung di kafe itu, aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi
dengan perasaanku,makin hari makin ga jelas tiap kali aku akan bertemu
dengannya,aku menunggunya dengan gejolak di hati yang entah tidak dapat
kulukiskan. Cindy, sahabatku, meminum dan menghabiskan es teh nya dengan santai
sambil sesekali membuka gadget nya.
"Cin,kok
mereka lama banget sih? Bukannya kita rencana mau nobar yah? Aduh itu tiketnya
udah mau habis nih,gimana?" Cindy menatapku dengan santai,
"Haish,santai aja Angelll,dia pasti datang kok!" kata Cindy sambil
tersenyum geli. Aku terkejut ," Hah? Apa maksudmu,Cindy? Aku ga ngerti
deh!" jawabku. Sambil terseyum Cindy tiba-tiba meliriku seraya berkata,
"Tuh,dateng tuh!" Sejenak aku tak mengerti maksudnya,dan ternyata
dari arah depan kulihat serombongan siswa berpakaian seragam sekolah berjalan
beriringan menuju ke arah kami, dan tampak...dia..Jovan..tersenyum ke
arahku.Entah apa yang kurasakan di dalam hatiku,namun aku berusaha untuk
bersikap biasa.
"Hai
gaes, sini sini!" seruku pada mereka.Mereka mendekat ke arah kami. Setelah
kami berkumpul, kami duduk bareng di pojok kafe itu dengan santai. Mereka
berempat,ditambah kami berdua,total kami berenam."Gaes,sori , mau info
nih..kita kayaknya ga jadi nonton deh, soalnya ini dah telat banget,sori banget
tadi ada rapat di ekskul ku" Jovan tampak berusaha menjelaskan dengan
tenang. Rian, yang dari tadi diam,tampak ingin mengatakan sesuatu. "Iya
gaes,sori,tadi kita rapat dulu untuk program baru di ekskul kita,so kita minta
maaf ya." Aku dan Cindy tersenyum,dan tampaknya Cindy ingin aku bicara
mewakili kami. "Ga papa sih,kita oke aja kok..it's oke" kataku sambil
tersenyum. "Kalau gitu,kita jalan aja yuk, kayaknya Rian, Fael dan Hesa mau beli
barang tuh di KKP" kata Jovan. Dan akhirnya kami jalan bareng.
Kami
berenam jalan ke KKP, dan sesampainya di sana masing-masing sibuk memilih barang
yang ingin mereka beli. Aku tak tahu harus bagaimana, jadi aku hanya berdiri
sambil melihat-lihat sekeliling. Tiba-tiba Jovan berkata , "Angel..kamu
suka apa?" Aku terkejut . "Aku..aku suka semua sih hehehe "
jawabku bingung. "Hmmmm..kamu suka boneka imut?" katanya sekali lagi. "Hah maksudmu?" tanyaku sekali lagi. "Yahhhh..kamu kan kecil, jadi
aku ingin beliin kamu boneka yang mirip kamu nih!" katanya sambil
mengambil satu boneka imut warna putih. "Angel..kmu mirip dia nih
hahahaha!" seru Jovan sambil tertawa. "Hah?????" seruku sambil
terkejut. "Tapi..tapi...." aku berusaha mencegahnya,namun dia sudah
berlari ke kasir. Aku mengikutinya dari belakang. Setelah dia membayar, segera
dia menghampiriku dan memberiku bungkus warna kuning itu,wadah gift dengan
brand dari toko tersebut. "Buat kamu,Angel!" serunya .
"Wow..thanks ya!" kataku senang. "Nah..udah jangan sedih
lagi,aku tau kamu lagi galau kan,gara-gara nilai ulangan matematikamu ga sesuai
ekspetasi hahaha" katanya ceria.
Aku
hanya menatap Jovan sambil terharu. Dia,sahabatku,orang yang paling mengerti
aku. Ada banyak pagi dan senja yang kami lewati bersama.Ga cuma karena kami
sering bertengkar dan baikan lagi,tapi tiap pagi saat jam istirahat,dan saat
sore sepulang sekolah,kami selalu bertemu juga seperti ini,tentunya dengan
teman-teman kami yang lain,namun memang hubungan antara aku dan Jovan sedikit
lebih dekat daripada dengan teman yang lain,maklum kami memiliki hobby yang
sama,yaitu musik.
Ada suka duka yang kita alami bersama. Masa-masa sekolah seperti ini yang tidak akan pernah kulupakan. Aku belajar arti persahabatan,ketulusan dan kejujuran. Aku tak ingin mewarnai dan menodai persahabatan kami dengan perasaan yang ga jelas yang mulai muncul dalam hatiku.Aku hanya berharap kita dapat terus berteman hingga nanti kami tumbuh dewasa.
No comments:
Post a Comment