Pages

Sunday, July 7, 2024

Contoh Proposal Bisnis Sederhana-Materi Bahasa Indonesia

 

Proposal Bisnis Usaha Es Teh Jumbo

I. Pendahuluan

Dalam era modern ini, minuman dingin semakin digemari oleh berbagai kalangan. Es teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di Indonesia karena kesegarannya dan harganya yang terjangkau. Melihat peluang tersebut, kami bermaksud untuk membuka usaha es teh jumbo yang menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

II. Tujuan Usaha

  1. Menyediakan minuman segar berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
  2. Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
  3. Mengembangkan inovasi minuman es teh yang unik dan menarik.
  4. Mendapatkan keuntungan finansial yang berkelanjutan.

III. Deskripsi Produk

Es Teh Jumbo adalah minuman es teh dalam kemasan besar yang dapat dinikmati oleh konsumen dengan berbagai varian rasa. Setiap varian memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik minat konsumen.

  1. Es Teh Original: Rasa teh asli yang menyegarkan.
  2. Es Teh Lemon: Kombinasi teh dengan perasan lemon segar.
  3. Es Teh Lychee: Teh dengan rasa buah leci yang manis dan segar.
  4. Es Teh Jasmine: Teh melati dengan aroma yang harum dan menenangkan.
  5. Es Teh Mint: Teh dengan tambahan daun mint untuk sensasi segar yang berbeda.

IV. Proses/Alur Produksi Usaha Es Teh Jumbo

1. Persiapan Bahan Baku

  • Pemilihan Teh: Memastikan teh yang digunakan adalah teh berkualitas tinggi.
  • Bahan Tambahan: Menyiapkan bahan tambahan seperti gula, lemon, lychee, melati, daun mint, dan bahan lain sesuai varian rasa.
  • Air: Menggunakan air bersih dan aman untuk konsumsi.

2. Penyimpanan Bahan Baku

  • Bahan baku disimpan di tempat yang bersih, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Buah-buahan dan bahan segar lainnya disimpan di dalam lemari pendingin.

3. Proses Pembuatan Teh

  1. Pemasakan Air:
    • Memasak air hingga mendidih.
  2. Penyeduhan Teh:
    • Teh diseduh dengan air mendidih sesuai dengan takaran yang ditentukan untuk mendapatkan rasa teh yang optimal.
    • Biarkan teh terendam selama beberapa menit (biasanya 5-10 menit) hingga mendapatkan warna dan aroma yang diinginkan.
  3. Penyaringan:
    • Setelah teh diseduh, saring teh untuk memisahkan daun teh dari larutan teh.

4. Pencampuran Bahan Tambahan

  • Penambahan Gula: Menambahkan gula sesuai dengan resep masing-masing varian rasa.
  • Penambahan Buah dan Rasa:
    • Untuk varian lemon: Menambahkan perasan lemon.
    • Untuk varian lychee: Menambahkan sirup atau buah lychee.
    • Untuk varian jasmine: Menambahkan ekstrak melati.
    • Untuk varian mint: Menambahkan daun mint yang telah dicuci bersih.
  • Pengadukan: Aduk campuran hingga semua bahan tercampur merata.

5. Pendinginan

  • Teh yang telah dicampur dengan bahan tambahan didinginkan terlebih dahulu sebelum disajikan.
  • Menyimpan teh di dalam wadah tertutup dan ditempatkan di dalam lemari pendingin.

6. Penyajian

  • Kemasan:
    • Menggunakan kemasan jumbo yang menarik dan ramah lingkungan.
    • Menyediakan sedotan atau penutup kemasan yang sesuai.
  • Penambahan Es:
    • Menambahkan es batu ke dalam kemasan sebelum teh dituangkan.
    • Pastikan es batu yang digunakan berasal dari air bersih.
  • Penuangan Teh:
    • Teh yang sudah dingin dituangkan ke dalam kemasan yang telah disiapkan.

7. Distribusi

  • Penjualan di Gerai:
    • Menyajikan langsung kepada pelanggan yang datang ke gerai.
    • Mengatur antrian dan memastikan pelayanan yang cepat dan ramah.
  • Pengantaran:
    • Menyediakan layanan pengantaran untuk pesanan online.
    • Menggunakan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran teh selama pengiriman.

8. Kebersihan dan Sanitasi

  • Menjaga kebersihan area produksi dan penyajian.
  • Mencuci peralatan dan wadah penyimpanan secara berkala.
  • Menggunakan sarung tangan, masker, dan apron selama proses produksi untuk menjaga higienitas.

9. Pengawasan Kualitas

  • Memastikan setiap batch produksi sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
  • Mencatat setiap keluhan atau masukan dari pelanggan untuk perbaikan produk di masa depan.

10. Pelaporan dan Evaluasi

  • Melakukan pelaporan harian mengenai jumlah produksi, penjualan, dan stok bahan baku.
  • Melakukan evaluasi mingguan atau bulanan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi

V. Keunggulan Produk Es Teh Jumbo

  1. Ukuran Jumbo
    • Es Teh Jumbo menawarkan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan produk es teh biasa, memberikan nilai lebih bagi konsumen yang mencari minuman menyegarkan dalam porsi besar.
  2. Varian Rasa yang Beragam
    • Produk ini menyediakan berbagai varian rasa seperti original, lemon, lychee, jasmine, dan mint, yang memberikan pilihan lebih banyak kepada konsumen dan memenuhi berbagai selera.
  3. Bahan Baku Berkualitas
    • Menggunakan teh berkualitas tinggi dan bahan tambahan alami seperti buah segar dan daun mint, memastikan rasa yang autentik dan nikmat.
  4. Harga Terjangkau
    • Meskipun memiliki ukuran yang lebih besar dan bahan baku berkualitas, Es Teh Jumbo tetap menawarkan harga yang kompetitif dan terjangkau bagi berbagai kalangan konsumen.
  5. Kemasan Menarik dan Ramah Lingkungan
    • Kemasan jumbo yang digunakan tidak hanya menarik secara visual tetapi juga ramah lingkungan, mendukung tren konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
  6. Proses Produksi Higienis
    • Proses produksi dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi, menjamin produk yang higienis dan aman untuk dikonsumsi.
  7. Strategi Pemasaran Inovatif
    • Menggunakan promosi media sosial, kerjasama dengan influencer, dan berbagai diskon serta promo menarik untuk meningkatkan awareness dan menarik lebih banyak konsumen.
  8. Lokasi Strategis
    • Gerai ditempatkan di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata, sehingga mudah diakses oleh target pasar.
  9. Layanan Pengantaran
    • Menyediakan layanan pengantaran untuk pesanan online, memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin menikmati es teh segar tanpa harus datang langsung ke gerai.
  10. Pelayanan Ramah dan Cepat
    • Fokus pada pelayanan pelanggan yang ramah dan cepat, memberikan pengalaman positif yang meningkatkan loyalitas konsumen.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Es Teh Jumbo pilihan yang menarik dan kompetitif di pasar minuman dingin, mampu bersaing dengan produk-produk serupa dan memenangkan hati konsumen.

VI.. Analisis Pasar

Target Pasar:

  1. Pelajar dan Mahasiswa
  2. Pekerja kantoran
  3. Keluarga
  4. Wisatawan

VII. Analisis SWOT:

  • Kekuatan/Strengths:
    • Produk inovatif dan unik.
    • Harga terjangkau.
    • Kualitas bahan baku yang baik.
  • Kelemahan/Weaknesses:
    • Memerlukan promosi yang intensif pada awal usaha.
    • Ketergantungan pada cuaca panas untuk peningkatan penjualan.
  • Peluang/Opportunities:
    • Tren minuman dingin yang terus meningkat.
    • Potensi pengembangan produk dan varian rasa baru.
  • AncamanThreats:
    • Persaingan dengan produk sejenis.
    • Fluktuasi harga bahan baku.

VIII. Rencana Operasional

Lokasi Usaha: Gerai akan dibuka di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata.

Jam Operasional: Setiap hari, pukul 10:00 - 22:00.

Proses Produksi:

  1. Persiapan bahan baku (teh, gula, buah-buahan, dll).
  2. Pembuatan teh dan pencampuran bahan-bahan tambahan.
  3. Penyajian dalam kemasan jumbo yang menarik.
  4. Penyimpanan di tempat pendingin untuk menjaga kesegaran.

Sumber Daya Manusia:

  1. Manajer Operasional
  2. Koki/Barista
  3. Kasir
  4. Pelayan

IX. Rencana Pemasaran

  1. Promosi Media Sosial:
    • Instagram, Facebook, TikTok.
    • Menggunakan influencer untuk promosi.
  2. Diskon dan Promo:
    • Diskon pembukaan.
    • Promo beli 1 gratis 1 pada hari tertentu.
  3. Kemitraan:
    • Kerjasama dengan sekolah, kampus, dan perusahaan untuk penyediaan minuman pada acara tertentu.
  4. Banner dan Brosur:
    • Penempatan banner dan distribusi brosur di lokasi strategis.

X. Estimasi Biaya dan Pendapatan

Biaya Awal:

Komponen

Biaya (Rp)

Sewa Tempat

20.000.000

Renovasi dan Dekorasi

15.000.000

Peralatan dan Mesin

10.000.000

Bahan Baku Awal

5.000.000

Gaji Karyawan Bulanan

8.000.000

Promosi dan Pemasaran

7.000.000

Lain-lain

5.000.000

Total

70.000.000

Pendapatan Bulanan (Estimasi):

Komponen

Pendapatan (Rp)

Penjualan Harian (300 cup @ Rp10.000)

90.000.000

Total Pendapatan Bulanan

90.000.000

Biaya Operasional Bulanan:

Komponen

Biaya (Rp)

Gaji Karyawan

8.000.000

Bahan Baku Bulanan

15.000.000

Listrik dan Air

2.000.000

Promosi dan Pemasaran

3.000.000

Lain-lain

2.000.000

Total Biaya Bulanan

30.000.000

Keuntungan Bersih Bulanan:

Komponen

Biaya (Rp)

Total Pendapatan Bulanan

90.000.000

Total Biaya Operasional

30.000.000

 

XI. Target penjualan per Tahun

Target Penjualan Per Tahun=Pendapatan Bulanan×12

 

Target Penjualan Per Tahun=90.000.000×12=1.080.000.000

 

Jadi, target penjualan per tahun adalah Rp 1.080.000.000.


·         Apabila kalian mendapatkan investor untuk usaha/bisnis kalian, sebutkan juga estimasi keuntungan untuk investor


Saturday, July 6, 2024

Liburan Kuli Bangunan

 Teks Anekdot

Liburan Kuli Bangunan


Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Perkenalkan, saya Didi. Di sini adakah kuli bangunan? Wah, berarti saya satu-satunya ya di sini? Ngomong-ngomong soal liburan, buat kebanyakan orang, liburan itu obat stres, tapi buat saya malah bikin stres. Datang liburan orang-orang sibuk nyiapin rencana mau liburan ke mana. Saya malah sibuk nyari alasan.

Anak saya minta liburan, “Pak, ingin ke Dufan.” “Nak, Jakarta banjir.” “Ya udah Pak, ke Tangkuban Perahu.” “Nak, perahunya bocor.”

“Ah bilang aja, Bapak gak punya uang.” “Cerdas!”

Anak saya itu memang jarang liburan. Saya bawa ke tempat kerja saja, menurut dia itu tamasya. Dari pagi sampai sore, dia anteng nyusun lego pakai batu bata. Kalau orang lain nyusun lego jadi robot, anak saya jadi pos ronda.

Pulang ke rumah ditanya sama istri saya, “Gimana, Nak, seru main sama Bapak?”

“Mantap, Mah! Pokoknya udah gede aku mau jadi kuli bangunan.”

“Hei, masa perempuan jadi kuli bangunan.” “Gak apa-apa, Mah, emansipasi!”

Ya, anak saya itu memang jarang liburan, jadi dia itu norak. Kemarin saya ajak ia mandi bola, eh dianya bawa handuk.

Istri saya langsung ngomong, “Nak, mandi bola gak usah bawa handuk, kan udah disediain.”

Tapi bukan cuma anak saya, saya juga jarang liburan. Satu-satunya liburan saya ya di acara ini. Buat saya, kompetisi ini liburan. Gimana enggak? Saya dapat pergi ke Jakarta, tidur di hotel, kasurnya empuk, kalau saya tidur langsung terbayang hal indah. Gak seperti di rumah. Kalau di rumah, saya ketika tidur, langsung terbayang cicilan. Tapi, gara- gara itu saya sering diprotes sama anak saya. Dia bilang gini,

“Bapak curang! Tidur di hotel, makan nasi kotak, tiap hari naik lift.” “Nak, kan Bapak di sana kerja.”

“Apa, Pak? Kerja? Katanya Jakarta banjir.”

“Nak, iya banjir, makanya Bapak ke Jakarta naik tongkang.”

Anak saya itu sering protes karena dia itu ingin banget ke Jakarta, ingin tahu Dufan. Kalau anak yang lain, ingin tahu Dufan, lantas dibawa ke Dufan. Namun, kalau anak saya ingin tahu Dufan, saya bawa dia ke warnet. “Tuh Nak, Dufan, Dufan itu.”

Tapi saya jadi tahu walaupun dari warnet, ternyata banyak wahana di Dufan itu, salah satunya rumah miring. Rumah miring, ini kalau mandor saya tahu, dibongkar ini. Saya aja masang bata miring dimarahin. Ini orang dengan sadar tanpa pengaruh apa pun malah ngebangun rumah miring. Ini anak proyek mana yang bikin? Bikin malu komunitas.

Saya Didi. Terima kasih.

 

(Sumber: Didi, Stand Up Kompas TV, 2017, dengan pengubahan seperlunya)


Ketika Pikiran Menjadi Takdir : Self Fulfilling Prophecy dalam Membangun Harga Diri

Kreator : Lisa Aiko Ketika kita depresi, maka kita yakin bahwa kita sama sekali tidak berharga. Semakin buruk depresi, semakin kita merasaka...