Latihan menulis ceerpen
REFENSI
REFERNSI
Salmaa Menulis: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Teknik Menulis, 2021 , https://penerbitdeepublish.com/menulis/
Latihan menulis ceerpen
REFENSI
REFERNSI
Salmaa Menulis: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Teknik Menulis, 2021 , https://penerbitdeepublish.com/menulis/
Kreator : Lisa Aiko
✔ Mengapa emosi sering sulit dikendalikan?
✔ Apakah overthinking itu normal?
✔ Bagaimana menghadapinya tanpa merasa sendirian?
✔ Bagaimana mengatasi insecure?
✔ Apa saja gangguan psikologi pada masa remaja?
✨ "Bagaimana tekanan dari lingkungan, pertemanan, dan ekspektasi diri membentuk cerita remaja yang penuh liku?"
🎠Temukan Fakta & Solusi:
📖 Artikel ini mengupas perjalanan psikologis remaja yang sering kali tak terlihat namun sangat berpengaruh. Jangan lewatkan kisah, wawasan, dan tips menarik untuk mendukung remaja melewati masa penuh tantangan! 🌟
Remaja adalah kelompok individu yang paling rentan mengalami gangguan mental. Sebab, banyak faktor risiko yang dihadapi remaja yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental mereka.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres selama masa remaja antara lain :
1. keinginan besar untuk lebih mandiri,
2. tekanan saat menyesuaikan diri dengan teman sebaya
3. peningkatan akses dan penggunaan teknologi.
4. kondisi rumah tangga
5. kekerasan seksual yang rentan menimpa para remaja.
Lantas, jenis-jenis gangguan mental seperti apa yang rentan dialami para remaja? Ini contohnya.
Jenis Gangguan Mental yang Rentan Dialami Remaja
Melansir dari WHO, berikut jenis-jenis gangguan mental yang rentan dialami oleh para remaja:
1. Gangguan Emosi
Gangguan emosi umumnya muncul pada masa remaja. Selain depresi atau kecemasan, remaja dengan gangguan emosi bisa mengalami sifat mudah marah, frustasi atau marah secara berlebihan. Selain gejala psikologis, gangguan emosi juga dapat menimbulkan gejala fisik, seperti sakit perut, sakit kepala, atau mual. Gangguan emosional bisa sangat memengaruhi kinerja di sekolahnya. Jika tidak segera ditangani, remaja yang mengalami gangguan emosi dapat mengalami gejala lebih buruk, seperti mengisolasi diri hingga punya pikiran bunuh diri.
2. Masalah Perilaku
Masalah perilaku pada masa kanak-kanak merupakan penyebab utama kedua gangguan mental pada remaja. Gangguan perilaku pada masa kanak-kanak contohnya ADHD yang ditandai dengan kesulitan fokus dan gangguan perilaku yang ditandai dengan perilaku merusak atau menantang. Masalah perilaku ini juga dapat memengaruhi kinerja sekolah dan berisiko menimbulkan perilaku kriminal pada remaja.
3. Gangguan Makan
Gangguan makan biasanya muncul pada masa remaja dan dewasa muda. Gangguan makan lebih sering menyerang wanita daripada pria. Contoh gangguan makan yang bisa dialami remaja adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan yang ditandai dengan membatasi kalori atau makan berlebihan. Gangguan makan berisiko merusak kesehatan dan sering kali muncul bersamaan dengan depresi, kecemasan atau penyalahgunaan zat.
4. Psikosis
Gejala psikosis paling sering muncul pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Gejala dapat berupa halusinasi atau delusi. Gejala ini dapat mengganggu kemampuan remaja untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dan memengaruhi kinerja sekolahnya. Psikosis juga bisa menimbulkan stigma negatif di masyarakat atau pelanggaran hak asasi manusia.
5. Menyakiti Diri Sendiri Hingga Bunuh Diri
Ada sejumlah faktor risiko yang memicu perilaku bunuh diri pada remaja. Misalnya, penggunaan alkohol yang berbahaya, pelecehan di masa kanak-kanak dan hambatan dalam mengakses perawatan mental. Selain itu, media sosial juga kini menjadi penyebab bunuh diri terbesar pada anak remaja. Pasalnya, media sosial bisa menuntut banyak hal pada anak remaja, seperti citra diri dan kehidupan yang cenderung konsumtif.
6. Perilaku Pengambilan Risiko
Para remaja juga rentan mengambil banyak risiko, seperti risiko melakukan hubungan seksual dini, merokok, minum alkohol, hingga penyalahgunaan narkoba. Tindakan kekerasan adalah perilaku pengambilan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian pendidikan, cedera, keterlibatan dengan kejahatan, hingga kematian.
Krisis identitas adalah kondisi ketika seseorang kerap mempertanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan identitas dirinya, seperti kepercayaan, nilai hidup, tujuan hidup, pengalaman, dan perasaan. Krisis identitas dapat dialami oleh semua orang, tapi lebih sering terjadi pada remaja yang masih mencari jati diri.
KRISIS IDENTITAS
Mengapa krisis identitas terjadi ?
adanya perubahan atau tekanan besar dalam hidup yang dapat menyebabkan seseorang menjadi stres,
Hal-hal yang menyebabkan krisis identitas :
1. saat mendapat atau kehilangan pekerjaan,
2. pensiun (post power syndrome)
3. baru menikah atau bercerai, (perubahan dalam hidup)
4. pindah rumah (berpisah dengan sahabat dan teman terdekat)
5. kehilangan orang yang dicintai.(meninggal atau pergi )
6.memiliki kondisi kesehatan mental tertentu,( seperti gangguan bipolar, depresi, dan gangguan kepribadian)
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gangguan Psikologi pada Masa Remaja : Ketika Dunia Mulai Terasa Rumit 1", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/aikochannel5183/6786385c34777c5aad321ab2/gangguan-psikologi-pada-masa-remaja-ketika-dunia-mulai-terasa-rumit-1?page=4&page_images=1
Kreator: LISA AIKO
Semarang – Sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Eagle School Semarang mengadakan pagelaran Wayang Orang dan Wayang Kertas yang melibatkan kolaborasi siswa dari berbagai tingkatan kelas. Acara yang diselenggarakan dalam mata pelajaran Challenge ini menjadi bukti nyata sinergi antar siswa,guru dan seluruh elemen sekolah dalam menciptakan pembelajaran bermakna.
Wayang Kertas
Mata pelajaran Challenge di Eagle School Semarang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam bentuk project. Pagelaran Wayang Kertas dilakukan oleh siswa kelas VI, VII, X, dan XI bekerja sama dalam proses persiapan yang meliputi pembuatan wayang kertas, penulisan naskah, audio recording, dan latihan pementasan. Seluruh proses didampingi oleh guru pembimbing Challenge, Coach Dedi dan Coach Nana, guru bahasa Coach Aiko dan Coach Loren, guru pembimbing pembuatan properti Coach Agus C. serta guru-guru wali kelas masing-masing.
Kreativitas dalam Kolaborasi Antar Siswa dan Guru
Pembuatan wayang kertas dipandu oleh Coach Agus C., guru yang membimbing siswa dalam merancang dan membuat wayang kertas serta properti. Dalam sesi ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan seni rupa, tetapi juga mengembangkan kreativitas. Tak hanya itu saja. Proses pembuatan wayang kertas ini membuat siswa makin mengenal budaya Indonesia terutama wayang dan juga siswa belajar berkolaborasi dalam menyatukan ide dan gagasan selama proses pembuatan wayang kertas ini.
Penulisan Naskah dan Dokumentasi Project
Penulisan naskah dan audio recording dipandu oleh Coach Aiko dan Coach Loren, guru bahasa Indonesia dan Seni Budaya yang juga membantu siswa menyusun dialog pementasan dalam bahasa Jawa. Bimbingan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui seni pertunjukan.
Siswa kelas XI juga berperan besar dalam dokumentasi project. Mereka membuat vlog bertema "Perjalanan Menuju Pagelaran ", yang menjadi bagian dari tugas mata pelajaran bahasa Indonesia. Melalui vlog ini, mereka meliput proses pembuatan wayang, latihan, hingga pementasan.
Kelas IX dan Kelas XII : Panggung Wayang Orang dalam Implementasi P5
Tidak hanya siswa kelas VII,VIII,X,XI saja yang menampilkan pertunjukkan, namun siswa kelas IX dan XII juga turut serta mengimplementasikan P5 melalui pagelaran Wayang Orang. Dalam project ini, mereka juga bekerja sama untuk membuat properti di bawah bimbingan Coach Agus C., menyiapkan kostum-kostum wayang, serta menulis naskah dalam bahasa Jawa dan melakukan audio recording dengan arahan Coach Aiko dan Coach Loren seperti proses persiapan pagelaran wayang kertas. Mereka juga harus berlatih gerakan-gerakan tari yang sesuai dengan naskah yang mereka tulis. Selaku generasi global, tentu saja ada banyak rintangan dalam proses implementasi P5 ini, terutama dalam hal penulisan naskah dalam bahasa Jawa dan penuturan kata dalam bahasa Jawa, namun, semangat para siswa dan guru dalam menyelenggarakan acara ini tentu saja membuat segala rintangan tersebut menjadi motor penggerak untuk terus maju dan bergerak untuk mensukseskan acara ini.
Manfaat Implementasi P5 di Eagle School Semarang
Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi siswa. Selain memperkuat nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, kreativitas, dan cinta budaya, siswa juga belajar keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
“Proyek ini mengajarkan kami untuk bekerja sama dan menghargai proses,” ujar salah satu siswa. Sementara itu, seorang siswa dari kelas XI menambahkan, “Lewat pembuatan vlog tentang proses menuju Pagelaran wayang ini, saya belajar banyak tentang teks berita, reportase, liputan, menulis naskah dan public speaking. Ini pengalaman yang luar biasa.”
Kesimpulan
Pagelaran Wayang Kertas di Eagle School Semarang menjadi bukti nyata bagaimana P5 dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran berbasis project yang kolaboratif dan kreatif. Dengan dukungan guru dan antusiasme siswa, serta kolaborasi dengan berbagai elemen sekolah, kegiatan ini tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga ajang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membangun karakter generasi muda yang tangguh dan inovatif.
Lisa Aiko
Semarang, 18 November 2024 — Dalam rangka mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), seni pagelaran wayang telah menjadi salah satu metode pembelajaran inovatif yang digunakan di sekolah menengah. Dengan menggabungkan seni tradisional dan pendidikan karakter, pagelaran wayang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, termasuk berpikir kritis, kolaborasi, dan empati.
Pagelaran wayang sebagai bagian dari P5 bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keberagaman, dan keadilan sosial, melalui cerita-cerita moral yang terkandung dalam lakon wayang. Siswa dapat terlibat langsung dalam berbagai aspek, mulai dari pembuatan wayang, penulisan naskah, hingga peran sebagai dalang atau pemain. Hal ini tidak hanya memperkaya pengetahuan budaya mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.
Penerapan P5 melalui pagelaran wayang juga dapat menyentuh berbagai isu sosial dan lingkungan yang relevan dengan kehidupan siswa saat ini. Misalnya, tema wayang yang diangkat dapat berkaitan dengan pentingnya menjaga keberlanjutan alam atau toleransi antar individu. Dengan cara ini, pembelajaran tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Melalui metode ini, sekolah menengah tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan menyentuh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Sebagai bentuk pembelajaran yang menarik dan menyeluruh, pagelaran wayang terbukti menjadi alat efektif dalam mengimplementasikan P5 di kalangan siswa.
Lisa Aiko
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pagelaran Wayang, Solusi Kreatif untuk Implementasi P5 dalam Pembelajaran Sekolah Menengah", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/aikochannel5183/673a2d2634777c205d1666e2/pagelaran-wayang-solusi-kreatif-untuk-implementasi-p5-dalam-pembelajaran-sekolah-menengah
Kreator: LISA AIKO
Kompasiana, Rabu, 20 November 2024
Oleh : Lisa Aiko
Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi alat yang kuat untuk
melestarikan dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Indonesia. Teknologi ini
memungkinkan dokumentasi, pengajaran, dan penyebaran budaya tradisional secara
global dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam konteks budaya
Indonesia, AI dapat memainkan peran besar, mulai dari pelestarian bahasa daerah
hingga revitalisasi seni tradisional.
Pelestarian
Bahasa dan Tradisi
AI
digunakan untuk mendokumentasikan dan melestarikan bahasa-bahasa daerah yang
terancam punah. Teknologi seperti Natural Language Processing (NLP)
memungkinkan penerjemahan otomatis dan pengajaran bahasa daerah kepada generasi
muda. Proyek serupa di negara lain menunjukkan bahwa AI dapat membantu merekam
dan mengintegrasikan pengetahuan tradisional ke dalam sistem pembelajaran
digital untuk memastikan kelestariannya
.
Revitalisasi
Seni Tradisional
AI juga berperan dalam seni dan kerajinan tradisional. Algoritme AI mampu
menganalisis pola batik atau ukiran tradisional dan membantu desainer modern
menciptakan karya yang terinspirasi oleh warisan budaya ini. Selain itu,
teknologi realitas virtual (VR) yang didukung AI dapat menghadirkan pengalaman
interaktif, seperti tur virtual candi atau pementasan seni wayang, sehingga dapat
menjangkau audiens global.
Kolaborasi
Teknologi dan Komunitas Lokal
Meskipun AI membawa peluang besar, kolaborasi dengan komunitas lokal
tetap penting. Pendekatan ini memastikan bahwa inovasi teknologi tidak hanya
menghormati nilai budaya tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama
dalam pelestarian tradisi mereka.
Dampak
yang Lebih Luas
Integrasi AI dengan budaya tidak hanya membantu melestarikan warisan,
tetapi juga meningkatkan kesadaran global tentang keberagaman budaya Indonesia.
Inisiatif ini juga dapat mendukung ekonomi kreatif melalui produk-produk budaya
yang diperkaya teknologi, sekaligus menarik perhatian generasi muda terhadap
tradisi mereka.
Sebagai langkah ke depan, penting bagi pemerintah,
akademisi, dan pelaku teknologi untuk bekerja sama memastikan bahwa inovasi
digital ini digunakan secara etis dan inklusif. Dengan demikian, AI tidak hanya
menjadi alat teknologi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan masa lalu
dengan masa depan budaya Indonesia.
Referensi:
"Pentas Wayang Orang: Kreativitas Kelas 12
Eagle School dalam Melestarikan Budaya yang Nyaris Punah"
Kompasiana, Rabu, 20 November 2024
Oleh : Lisa
Aiko
Kelas 12 menunjukkan dedikasi
luar biasa dalam mempersiapkan pementasan wayang orang sebagai bagian dari
implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Perjalanan ini bukan hanya melibatkan upaya fisik, tetapi juga mental dan
kolaborasi kreatif.
Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi
adalah menerjemahkan naskah drama wayang orang ke dalam bahasa Jawa. Proses ini
membutuhkan pemahaman mendalam tentang konteks budaya sekaligus kepekaan
terhadap nuansa bahasa. Tidak hanya itu, merekam suara untuk kebutuhan lipsync
saat pementasan memerlukan ketelitian tinggi agar hasilnya sesuai dengan
ekspresi karakter.
Persiapan lainnya meliputi latihan gerakan wayang
orang yang khas dan penuh makna. Gerakan ini tidak sekadar estetika, tetapi
juga menyampaikan cerita yang sarat filosofi. Selain itu, membuat properti
secara mandiri pun menjadi tantangan tersendiri, karena melibatkan kreativitas,
ketekunan, dan pengelolaan sumber daya yang terbatas.
Menurut saya, upaya siswa kelas 12 ini adalah
contoh nyata bagaimana seni tradisional dapat dihidupkan kembali oleh generasi
muda terutama anak-anak muda di kelas 12 Eagle School. Proses kreatif ini juga
memperlihatkan bagaimana P5 dapat mengintegrasikan nilai-nilai gotong royong,
tanggung jawab, dan cinta budaya.
Namun, untuk mendukung upaya ini saya rasa akan
lebih baik apabila ada pendampingan lebih lama dan intensif dari pelatih
profesional untuk gerakan wayang orang, mengingat gerakan wayang orang adalah gerakan
tari jawa/tradisional, yang tentunya tidak mudah bila hanya dipelajari dalam
beberapa hari. Selain itu, kolaborasi dengan seniman lokal dapat memberikan
inspirasi dan wawasan baru. Penyediaan fasilitas seperti bahan properti dan
studio rekaman sederhana juga sangat membantu meningkatkan kualitas pementasan.Untuk
itu pihak sekolah sudah sangat kooperatif dengan menyediakan kostum wayang
orang dan banyak property, juga sekolah memfasilitasi dengan studio rekaman dimana
mereka dapat melakukan rekaman di tempat yang baik.
Dengan dedikasi yang telah ditunjukkan, pementasan
wayang orang ini tidak hanya menjadi sebuah pagelaran seni, tetapi juga
pembelajaran bermakna yang memperkuat identitas budaya siswa. Semoga semangat
ini terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya.
Proposal Bisnis Usaha Es Teh
Jumbo
I. Pendahuluan
Dalam era modern ini, minuman dingin semakin digemari oleh berbagai kalangan.
Es teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di Indonesia karena
kesegarannya dan harganya yang terjangkau. Melihat peluang tersebut, kami
bermaksud untuk membuka usaha es teh jumbo yang menyasar berbagai segmen pasar,
mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
II. Tujuan Usaha
III. Deskripsi Produk
Es Teh Jumbo adalah minuman es teh dalam kemasan besar yang dapat dinikmati oleh
konsumen dengan berbagai varian rasa. Setiap varian memiliki keunikan
tersendiri yang mampu menarik minat konsumen.
1. Persiapan Bahan Baku
2. Penyimpanan Bahan Baku
3. Proses Pembuatan Teh
4. Pencampuran Bahan Tambahan
5. Pendinginan
6. Penyajian
7. Distribusi
8. Kebersihan dan Sanitasi
9. Pengawasan Kualitas
10. Pelaporan dan Evaluasi
Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Es Teh Jumbo pilihan yang menarik
dan kompetitif di pasar minuman dingin, mampu bersaing dengan produk-produk
serupa dan memenangkan hati konsumen.
VI.. Analisis Pasar
Target Pasar:
VII. Analisis SWOT:
VIII. Rencana Operasional
Lokasi Usaha: Gerai akan dibuka di lokasi strategis seperti dekat sekolah, kampus,
pusat perbelanjaan, dan tempat wisata.
Jam Operasional: Setiap hari, pukul 10:00 -
22:00.
Proses Produksi:
Sumber Daya Manusia:
IX. Rencana Pemasaran
X. Estimasi Biaya dan
Pendapatan
Biaya Awal:
|
Komponen |
Biaya (Rp) |
|
Sewa Tempat |
20.000.000 |
|
Renovasi dan Dekorasi |
15.000.000 |
|
Peralatan dan Mesin |
10.000.000 |
|
Bahan Baku Awal |
5.000.000 |
|
Gaji Karyawan Bulanan |
8.000.000 |
|
Promosi dan Pemasaran |
7.000.000 |
|
Lain-lain |
5.000.000 |
|
Total |
70.000.000 |
Pendapatan Bulanan (Estimasi):
|
Komponen |
Pendapatan (Rp) |
|
Penjualan Harian (300 cup @ Rp10.000) |
90.000.000 |
|
Total Pendapatan Bulanan |
90.000.000 |
Biaya Operasional Bulanan:
|
Komponen |
Biaya (Rp) |
|
Gaji Karyawan |
8.000.000 |
|
Bahan Baku Bulanan |
15.000.000 |
|
Listrik dan Air |
2.000.000 |
|
Promosi dan Pemasaran |
3.000.000 |
|
Lain-lain |
2.000.000 |
|
Total Biaya Bulanan |
30.000.000 |
Keuntungan Bersih Bulanan:
|
Komponen |
Biaya (Rp) |
|
Total Pendapatan Bulanan |
90.000.000 |
|
Total Biaya Operasional |
30.000.000 |
XI. Target penjualan per Tahun
Target Penjualan Per Tahun=Pendapatan Bulanan×12
Target Penjualan Per Tahun=90.000.000×12=1.080.000.000
Jadi, target penjualan per tahun adalah Rp 1.080.000.000.
·
Apabila kalian mendapatkan investor
untuk usaha/bisnis kalian, sebutkan juga estimasi keuntungan untuk investor
Kreator : Lisa Aiko Ketika kita depresi, maka kita yakin bahwa kita sama sekali tidak berharga. Semakin buruk depresi, semakin kita merasaka...